Kamis, 15 Oktober 2020

Gejala Hipoksia, Kalian Harus Tau !

 1.Pengertian Hipoksia

     Hipoksia merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan kondisi ketika jaringan tubuh tidak mendapatkan asupan oksigen yang memadai. Umumnya terjadi akibat konsentrasi oksigen yang tidak mencukupi di dalam darah atau disebut hipoksemia.Hipoksemia (oksigen yang rendah di darah) dapat menyebabkan hipoksia (kondisi kadar oksigen yang rendah di jaringan tubuh). 

2.Gejala Penderita Hipoksia

•Perubahan warna kulit menjadi kebiruan

•Rasa bingung

•Batuk

•Peningkatan denyut nadi

•Peningkatan frekuensi pernapasan

•Sesak napas

•Berkeringat berlebih

•Mengi

•Nyeri kepala

•Rasa lelah

•Berdebar-debar pada fase awal hipoksia. Pada kasus yang berat, irama jantung yang abnormal atau tidak reguler bisa muncul.

3.Pengobatan untuk Penderita Hipoksia

Kondisi hipoksia dapat ditangani dengan memperbaiki aliran oksigen dan meningkatkan tekanan parsial oksigen (pO2) dalam darah. Penanganan juga perlu berdasar pada penyebab hipoksia dan upaya perbaikan kondisi yang menjadi penyebab tersebut. Misalnya menangani anemia atau asma yang menjadi penyebab utama hipoksia.

Mereka yang terkena hipoksia juga bisa melakukan hiperventilasi dengan cara bernapas lebih cepat untuk meningkatkan aliran oksigen ke paru-paru. Meski begitu, cara ini belum tentu memadai untuk mengembalikan pO2 ke kadar normal.

Hal yang perlu diingat, salah satu metode penting saat menangani hipoksia adalah pemberian oksigen. Hal ini akan meningkatkan konsentrasi oksigen yang dihirup dan dengan demikian juga meningkatkan tekanan parsial oksigen dalam darah serta memperbaiki kondisi hipoksia.

Beberapa peralatan yang umumnya digunakan untuk mengantarkan oksigen melalui bantuan inhalasi adalah: kanula nasal (selang oksigen hidung), sungkup oksigen sederhana, sungkup oksigen katup, serta selang pernapasan. Pemilihan alat bergantung pada berbagai hal, termasuk tanda dan gejala yang terjadi pada pasien, derajat keparahan hipoksia, saturasi oksigen tubuh, kondisi kesadaran, dan beberapa indikasi penting lainnya.

4.Pencegahan

Salah satu cara untuk mencegah hipoksia bagi penderita asma adalah mencegah kambuhnya asma. Penderita asma juga disarankan selalu siap dengan obat-obatan yang telah diresepkan dokter. Selain itu, penderita asma selalu dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, tetap aktif, memahami kondisinya berikut faktor pencetus yang memicu munculnya serangan asma dan berlatih untuk mengatasinya. 

Mereka yang memiliki kecenderungan mengalami hipoksia akibat ketinggian juga disarankan untuk menghindari bepergian ke tempat tinggi. Atau, persiapkan segala kebutuhan untuk mengatasi hipoksia ke mana pun Anda bepergian.

Selasa, 13 Oktober 2020

Jangan Keliru , Ini perbedaan Gerd dan Maag !

 1. Apa itu Gerd dan Maag? 

    • GERD adalah suatu kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan. Hal ini disebabkan akibat katup di sistem pencernaan yang tidak berfungsi optimal.

    •Berbeda dengan gerd, MAAG atau dalam istilah medisnya disebut gastritis, terjadi ketika lapisan pelindung yang ada di lambung meradang atau membengkak. Peradangan ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri yang menyebabkan sebagian besar luka di lambung. 

2. Dimana letak Perbedaannya?? 

   •Anatomi

   •Penyebab 

   •Gejala

     -Gejala Maag antara lain :

       Mual

       Muntah

       Perasaan begah di perut bagian atas,               terutama setelah makan 

      Gangguan Pencernaan

      Sakit perut dan perut kembung

      Kehilangan selera makan

      Muntah darah atau muntah berwarna            hitam seperti biji kopi

      Tinja berwarna hitam

   -Gejala Gerd antara lain :

      Sensasi terbakar di dada (heartburn),              biasanya setelah makan yang mungkin            memburuk di malam hari . 

      Sakit dada

      Kesulitan menelan

      Makanan atau cairan asam naik ke                  kerongkongan (regurgitasi)

     Sensasi seperti ada benjolan atau yang           mengganjal di tenggorokan Anda

3. Bagaimana Cara Pengobatannya ?? 

•Pengobatan maag dan GERD memiliki prinsip yang berbeda. Pada gastritis, pengobatan yang diberikan tergantung penyebabnya, sedangkan pada GERD berfokus pada peningkatan fungsi sfingter esofagus.Pengobatan untuk mengatasi maag atau gastritis meliputi:

Jika gastritis disebabkan oleh konsumsi obat anti inflamasi non-steroid atau alkohol, maka sebaiknya hentikan penggunaannya

Obat antibiotik kerap diberikan jika maag disebabkan oleh bakteri H. pylori. Antibiotik yang diberikan dapat berupa kombinasi dari klaritromisin dan amoksisilin atau metronidazole

Obat yang menghambat produksi asam dan meningkatkan proses penyembuhan, seperti omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, dexlansoprazole, dan pantoprazole

Obat-obatan untuk mengurangi produksi asam, seperti obat penghambat asam yang meliputi ranitidine, famotidine, cimetidine, dan nizatidine

Antasida yang bisa menetralkan asam lambung

•Pengobatan untuk mengatasi GERD meliputi:

Penghambat pompa proton (PPI), yaitu obat golongan penekan sekresi (produksi) asam yang kuat dengan masa terapi lama. Setelah berhasil, dapat dilanjutkan dengan terapi pemeliharaan dengan menggunakan dosis yang lebih rendah seperti antagonis reseptor H2, prokinetik, atau bahkan antasida.

Antasida, sebagai penetral (buffer) terhadap asam klorida (HCl) sehingga dapat memperkuat tekanan sfingter esofagus bagian bawah

Obat-obatan prokinetik

Operasi



Ketahui tentang Skizofrenia Paranoid

 1. Apa itu Skizofrenia Paranoid? 

     Skizofrenia paranoid merupakan gangguan otak yang memengaruhi perasaan, cara berpikir, dan pemahaman terhadap sesuatu.

Seseorang yang mengalami skizofrenia paranoid akan selalu curiga terhadap orang lain. Kondisi ini akan menyulitkan penderitanya ketika menjalankan tugas, menjalin persahabatan, melakukan pekerjaan, maupun berkonsultasi dengan dokter.

2. Apa saja Gejala Skizofrenia Paranoid? 

    •Halusinasi(Melihat atau Mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada)

    •Percaya bahwa anda dikendalikan oleh kekuatan eksternal

    •Perasaan tidak menentu(kadang sedih, kadang gembira bahkan pergantian emosi yang sangat cepat

    •Kesulitan mengendalikan diri(emosi), kesulitan menjalani kegiatan sehari-hari

    •Berpikiran melukai diri sendiri bahkan ingin bunuh diri


3. Apa penyebab Skizofrenia Paranoid? 

   •Kelainan otak

   •Perpisahan atau Kehilangan orang tua pada usia muda

   •Terpapar virus ketika masih bayi

   •Trauma di masa kecil/Pernah mengalami penganiayaan

   •Kadar Oksigen rendah pada saat Lahir


4. Apa saja perawatan yang bisa dilakukan? 

   •Obat-obatan seperti chlorpromazine, fluphenazine, haloperidol, dan perphenazine, untuk meringankan gejala utama seperti delusi dan halusinasi

   •Terapi psikososial atau terapi kelompok dengan pengalaman serupa, untuk membangun rasa kebersamaan saling saling membantu memerangi kondisi tersebut. Anda akan mempelajari berbagai hal mengenai manajemen stres dan manajemen perhatian.

   •Rawat inap, jika penderitanya membahayakan dan merugikan orang lain, maupun dirinya sendiri. Selain itu rawat inap juga berguna untuk para penderita yang sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri seperti berpakaian, makan, atau mengurus tempat tinggal.


5. Bagaimana Mencegah Skizofrenia Paranoid ? 

    •Mengelola tingkat stres, serta menghindari situasi yang meningkatkan stres dan kecemasan Anda. Pastikan Anda meluangkan waktu untuk relaks, meditasi, atau jalan santai.

    •Olahraga teratur setiap hari

    •Tidur yang cukup, untuk mencegah paranoid, delusi dan halusinasi 

    •Menghindari perilaku tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, dan narkoba

    •Mengonsumsi makanan yang sehat, untuk meningkatkan energi dan membuat Anda merasa lebih baik

    •Tetap bersosialisasi, untuk mengurangi perasaan terisolasi, dan mencegah gejala memburuk


*Jika anda merasa gejala anda semakin memburuk segeralah pergi ke Dokter. 

Minggu, 11 Oktober 2020

Apa itu Penyakit Bipolar Disorder?

Bipolar disorder adalah suatu gangguan pada mental seseorang yang ditandai dengan perubahan mood atau suasana hati secara ekstrem. Seorang pengidap gangguan bipolar dapat merasakan senang, kemudian secara tiba-tiba berubah menjadi sedih atau depresi.

Perubahan suasana hati ini juga bisa disebut sebagai mood swing atau bipolar affective disorder, kerap memengaruhi banyak aktivitas sehari-hari, seperti kerja, sekolah, dan lainnya. Berbeda dengan penyakit fisik, gangguan pada mental akan lebih sulit untuk diobati, termasuk dengan gangguan bipolar.


Apa penyebab bipolar disorder?

Bipolar disorder bisa terjadi pada setiap orang, meski ada beberapa kalangan yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidapnya. Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang valid tentang faktor utama penyebab gangguan bipolar.

Hanya saja, para ilmuwan memaparkan adanya indikasi fenomena mood swing atau bipolar affective disorder pada seseorang yang dipicu oleh:

•Kelainan Gen 

•Kelainan Otak

•Faktor Lingkungan meliputi pelecehan seksual/fisik , Kematian orang yang dicintai, Stress yang berlebihan, Trauma mendalam


Berikut adalah ciri ciri dan gejala penyakit Bipolar disorder :

•Manik ditandai dengan mudah tersinggung, mempunyai ide yang sangat banyak, berbicara sangat cepat dan sulit diikuti, perhatian mudah teralihkan, melakukan kegiatan yang cukup berbahaya

•Hipomanik ditandai dengan mood yang meningkat merasa dirinya lebih produktif dari biasanya

•Depresi ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam , kehilangan minat, kehilangan nafsu makan , kesulitan tidur, sulit konsentrasi , merasa tidak berguna , gelisah , selalu merasa bersalah , halusinasi yang berlebihan 

•Gejala campuran ditandai dengan perubahan gejala dengan cepat . Misalnya dari gejala depresi menjadi manik atau sebaliknya



Obat Alami untuk penderita Bipolar Disorder:

•Minyak Ikan 

•Rhodiola Rosea

•Mineral dan Vitamin lain



Kapan harus menghubungi dokter untuk menangani bipolar disorder?

Terlepas dari semua jenis dan gejala yang muncul, sebagian besar pengidap bipolar disorder sering tidak menyadari tentang ketidakstabilan mood dan emosi mereka. Padahal, jika tidak mendapat bantuan penanganan medis, gejala yang ada bisa terjadi dalam waktu yang lebih lama, bahkan tahunan.

Gejala yang paling bisa dirasakan adalah perubahan mood secara tiba-tiba dan berulang. Rasa senang atau euforia berlebih yang tiba-tiba berubah menjadi sedih atau murung bisa mengindikasikan bahwa kamu sedang mengalami gangguan yang satu ini.

Kenali dirimu dengan melakukan self-reflection, apakah kamu sedang mengalami gejala manik, hipomanik, depresi, atau bahkan campuran dari semuanya. Tenaga kesehatan seperti psikiater akan membantumu dalam mengendalikan gejala yang muncul.

Perbedaan Ekstrovert dan Introvert

Kepribadian introvert dan ekstrovert merupakan salah satu tipe kepribadian yang paling banyak dibicarakan dan menjadi acuan seseorang dalam melihat kepribadian. Hal ini disebabkan karena kepribadian introvert dan juga ekstrovert memiliki perbedaan dan juga ciri – ciri yang benar – benar berbeda, sehingga akan sangat mudah dalam melihat dan juga menganalisa tipe kepribadian ini.

Dalam pertemanan, pastinya ada 2 tipe orang yang paling menonjol yang bakal kamu temui. Yups! Mereka adalah si introvert dan ekstrovert, 2 orang ini memang memiliki kepribadian yang sangat berbeda dan kadang memiliki respon yang berbeda dalam menghadapi masalah. Agar kamu semakin mengerti tipe si Orang Introvert dan Ekstrovert, berikut perbedaannya.


Perbedaan Utama :

1.Introvert adalah seorang yang menikmati kesendirian dan menjadi seorang yang tertutup. Sedangkan ekstrovert adalah mereka yang senang berbicara dan bergaul. Ini menjadikan diri mereka lebih terbuka kepada orang lain

2.Secara alami, introvert adalah orang yang mandiri dan pendiam, sedangkan ekstrovert adalah seorang yang ramah, banyak bicara, dan suka berteman

3.Ketika berbicara, introvert mendengarkan lebih dari yang mereka katakan dan pada kenyataannya, mereka berpikir dua atau tiga kali sebelum berbicara. Di sisi lain, para ekstrovert berbeda. Mereka lebih senang mengutarakan pikiran/opini dengan mencari tahu alasan/argumen dari apa yang mereka katakan

4.Energi seorang introvert akan terisi kembali dengan cara menyendiri atau menikmati waktu dengan dirinya sendiri tanpa orang lain. Sedangkan ekstrovert mengisi kembali energinya dengan interaksi sosial

5.Cara introvert menghabiskan waktu juga lebih senang dengan dirinya sendiri ketimbang orang lain. Sedangkan extrovert adalah kebalikannya

6.Orang introvert tampak pendiam tetapi pikiran mereka keras dan aktif. Sebaliknya, ekstrovert adalah pemikir dari luar. Ini karena mereka dapat menangani situasi apa pun dengan berkomunikasi secara verbal dengan orang lain

7.Introvert terbuka kepada sedikit orang dan karenanya mereka tidak banyak memiliki teman dekat. Sebaliknya, ekstrovert adalah orang yang aktif secara sosial dengan daftar teman yang cukup banyak, ini karena mereka dapat berteman dengan siapapun tanpa kesulitan

8.Introvert membenci perubahan, karena mereka tidak dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan situasi baru. Sedangkan ekstrovert dapat menerima perubahan dengan mudah

9.Seorang ekstrovert adalah orang yang dapat berbicara dengan orang lain tentang diri mereka sendiri secara bebas. Sebaliknya, introvert berkomunikasi secara terbuka tentang diri mereka hanya dengan sebagian orang. Yaitu dengan orang yang mereka sudah lama kenal dan percayai

10.Salah satu kualitas utama dari introvert adalah mereka dapat sangat berkonsentrasi pada apa pun. Sementara ekstrovert mudah terganggu karena mereka tidak dapat berkonsentrasi pada apa pun untuk waktu yang lama


Apa itu Gangguan Psikosomatis? Kenali ciri cirinya

1.Apa itu Gangguan psikosomatis ?

Psikosomatis merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan kondisi psikis atau pikiran yang bisa menyebabkan gangguan pada fisik, seperti sakit. Psikosomatis sendiri terdiri atas dua kata, yakni pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Jadi, secara singkat psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan tubuh dan pikiran.

2.Tanda-Tanda Terkena Psikosomatis

Sakit perut(kehilangan nafsu makan, diare , mual dan muntah) 

•Sakit Kepala 

•Jantung berdegup kencang

•Nafas Cepat

•Sulit Berkonsentrasi

3.Pengobatan untuk Penderita Gangguan Psikosomatis

•Pengobatan Psikoterapi(Pada pengobatan psikoterapi ini biasanya akan ada petugas ahli seperti psikolog yang akan membantu kamu.) 

•Pengobatan Psikofarmakoterapi(golongan obat psikofarmakoterapi yang banyak digunakan adalah antidepresan, obat penenang, dan obat tidur. Namun, jangan mengonsumsi obat-obatan ini tanpa pengawasan dan persetujuan dokter, ya.) 

4.Cara Mengatasi Gangguan psikosomatis

•Bercerita kepada orang terdekat dan orang yang kamu percaya

•Jujur terhadap diri sendiri

•Mencoba berdamai dengan diri sendiri

•Coba untuk Rileks

•Lakukan kegiatan yang kamu gemari

•Merasa Tertekan?? Break dulu ! 


Apa itu Anxiety Disorder(Gangguan Kecemasan)

 

Generalized anxiety disorder (GAD)

Generalized anxiety disorder adalah kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Jenis gangguan kecemasan ini berlangsung secara terus-menerus dan cenderung tidak terkendali.

Orang dengan GAD bisa sangat gelisah meski sedang tidak berada dalam situasi yang menegangkan sekalipun, alias baik-baik saja. Rasa khawatir dan tegang yang berlebihan terkadang juga disertai dengan gejala fisik, seperti gelisah, sulit berkonsentrasi, dan bahkan kesulitan tidur (insomnia).

Meski sulit untuk menenangkan diri, orang yang sedang mengalami GAD umumnya hanya bisa merasakan kekhawatirannya sendiri tanpa mampu mengungkapkannya pada orang lain. Jika dibiarkan terus-terusan, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.



Gangguan kecemasan umum (GAD)

Beberapa gejala yang muncul jika Anda memiliki gangguan kecemasan umum, antara lain:


•Mudah merasa lelah

•Gelisah terus-terusan

•Kesulitan berkonsentrasi

•Mudah tersinggung

•Kesulitan mengendalikan perasaan khawatir

•Kram otot

•Mengalami gangguan tidur, termasuk kesulitan atau selalu merasa kurang tidur

•Tidak Fokus

•Takut Mati

•Panik Attack


Apa penyebab anxiety disorder (gangguan kecemasan)?

Penyebab anxiety disorder sampai saat ini belum benar-benar diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa salah satu penyebab gangguan kecemasan dipicu oleh genetik.

Jadi, jika Anda memiliki orangtua atau saudara kandung yang mengalami gangguan kecemasan, Anda berisiko tinggi untuk mengalaminya juga.

Kejadian traumatis di masa lalu dan stres jangka panjang juga bisa jadi penyebab seseorang mengalami gangguan kecemasan kronis.

Bahkan, kondisi ini juga bisa disebabkan karena kondisi medis tertentu. Ya, dalam beberapa kasus, tanda dan gejala kecemasan adalah indikator pertama dari penyakit medis.

Jika dokter mencurigai bahwa kecemasan yang Anda alami disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.


Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Anxiety disorder atau gangguan kecemasan menyerupai kondisi medis lainnya. Kondisi ini tidak akan menghilang dengan sendirinya. Penting untuk Anda mengerti tentang kondisi Anda dan ikuti rencana perawatan.

Berikut beberapa hal-hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala gangguan kecemasan yang sedang Anda alami:

•Tenangkan pikiran dengan rileksasi , meditasi , yoga dan beribadah 

•Berolahraga minimal 30 menit untuk mengurangi kecemasan 

•Menggunakan minyak aromaterapi untuk menenangkan pikiran

•Melakukan Hobi yang disukai 

•Bercerita ke orang terdekat Anda

•Cari dukungan ke Dokter atau psikolog jika anda memerlukannya

agikan sekarang

TARI REMO

1.Deskripsi     Tari Remo berasal dari Jawa Timur.Tari ini menggambarkan kegagahan seorang ksatria. Tarian dipentaskan untuk menyambut tamu-...